Cara Mengurangi Waktu Changeover Untuk Efektifitas Biaya Produksi Dengan Teknik Smed
Single-minute exchange of die (SMED) semoga memperpendek waktu changeover yaitu salah satu dari banyak metode lean production untuk mengurangi pemborosan (7 wastes) dalam proses manufaktur. SMED yaitu cara cepat bahkan efisien ketika mengubah atau terjadinya pergantian layout disebabkan perubahan style. Langkah ini bertujuan supaya sanggup menghilangkan aktivitas tidak bernilai tambah (Non-Value Added) juga variabelitas output.
Ada beberapa istilah lain dari SMED yaitu;
Sebelum membahas cara dalam mengurangi waktu changeover dengan tujuan efektifitas biaya produksi melalui teknik SMED, Ada baiknya ketahui dahulu sejarah sehingga Anda sanggup mengimplementasikannya di perusahaan.
Istilah SMED berasal dari industri otomotif di mana ini dipakai untuk menciptakan sparepart kendaraan beroda empat sampai body mobil. Contoh aplikasi smed pada Mesin-mesin ini memakai kekuatan hidrolik besar untuk menekan sepasang lembaran logam untuk menawarkan bentuk tertentu ke lembaran logam menyerupai kap depan mobil. Karena kekuatan besar yang terlibat, beberapa mesin ini sanggup sangat besar dan mengubahnya dari satu bentuk ke lainnya sehingga membutuhkan perjuangan dan waktu henti yang signifikan. Di masa lalu, waktu pergantian sanggup beberapa hari.
Apabila waktu pergantian lama, maka sering menciptakan changeover dianggap sebagai waktu yang tidak mempunyai nilai tambah (non-value Added) lantaran peralatan tidak produktif selama changeover. Oleh lantaran itu, jumlah changeover biasanya diminimalkan, yang berarti mesin-mesin ini karenanya menciptakan ratusan potongan dari satu jenis sebelum pergantian dimulai ke perpindahan lain. Jumlah potongan yang dibentuk lebih besar dari yang dibutuhkan akan mengakibatkan persediaan berlebih di produksi. Salah satu akar penyebab persediaan besar yaitu waktu changeover tinggi yang dibutuhkan untuk mengubah waktu berhenti. Taiichi Ohno bersama Shigeo Shingo muncul dengan metode untuk mengurangi waktu pergantian menjadi kurang dari 10 menit. Oleh lantaran itu, metodologi ini dinamakan sebagai Single-minute exchange of die (SMED).
Teknik yang dikembangkan tidak hanya berlaku untuk pergantian mesin produksi saja tetapi sanggup dipakai dimanapun untuk pengurangan changeover jikalau diperlukan. Konsep ini tidak berlaku di manufaktur saja. Misalnya rujukan kasus penerapan smed, ketika pesawat mendarat di bandara dan sebelum lepas landas untuk penerbangan berikutnya sanggup dianggap sebagai waktu pergantian. Selama pengubahan ini, penerbangan harus diisi ulang, dibersihkan, semua investigasi harus dilakukan, koper penumpang yang datang harus dilepas dan penumpang yang berangkat harus dimuat, dll. Semakin usang waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan changeover ini, yang lebih rendah yaitu efisiensi seluruh proses lantaran pesawat tidak produktif dan menghasilkan pendapatan selama changeover.
Untuk memahami apa itu Changeover, simak disini: Pengertian Quick Change Over
Lalu mengapa waktu changeover yang usang itu tidak baik?, waktu changeover tidak menambah nilai (NVA). Karena selama pergantian, tidak ada produk yang diproduksi. Meskipun peralihan sanggup membantu menciptakan produk yang dibutuhkan pelanggan, apabila sanggup mengurangi waktu peralihan ke nilai lebih kecil, tanpa berdampak kepada pencapaian apa yang diinginkan pelanggan tanpa memengaruhi produksi terlalu banyak. Oleh lantaran itu, dari perspektif ini, waktu pergantian yang lebih kecil lebih disukai.
Waktu changeover yang lebih besar menyiratkan bahwa organisasi tidak akan sering melaksanakan changeover untuk mempertahankan angka produktivitas. Ini berarti bahwa bahkan jikalau pergantian diperlukan, untuk mempertahankan nomor efisiensi, pergantian sanggup ditunda. Menjalankan proses lebih usang dari yang dibutuhkan berarti persediaan produk melebihi apa yang dibutuhkan. Seperti diketahui bahwa over produksi yaitu pemborosan dari lean manufacturing.
Dari sini sangat terang bahwa waktu changeover yang besar tidak menguntungkan untuk proses apa pun. Dari rujukan kasus smed diatas, jikalau waktu pergantian sanggup dikurangi, maka persediaan sanggup dikurangi dengan demikian sanggup mengurangi pemborosan dalam proses. Inventaris yang lebih kecil di proses juga menyiratkan waktu tunggu yang lebih kecil dan karenanya reaksi sangat cepat terhadap seruan pelanggan.
Pengurangan pergantian mesin (Changeover) sanggup menawarkan manfaat berikut:
Artinya mengurangi waktu ketika changeover tentu akan menawarkan efektifitas untuk biaya produksi salah satunya dengan metode atau teknik SMED.
Kita sanggup memakai metodologi SMED untuk mengurangi waktu changeover. Metodologi SMED khas terdiri dari langkah-langkah berikut:
Identifikasi semua kegiatan yang ketika ini sedang dilakukan selama pergantian termasuk waktu untuk setiap kegiatan. Ada baiknya juga merekam acara pergantian video dengan pengatur waktu pada layar untuk memastikan bahwa semua acara ditangkap. Selain itu, lakukan obeservasi dengan genba, genbutsu, genjitsu dalam penerapan lean manufacturing yaitu sangat penting dilakukan dengan tujuan utnuk mengidentifikasi event internal maupun external setup.
Adabaiknya amati beberapa pergantian untuk memastikan Anda menangkap variasi serta mendokumentasikan semua kemungkinan kegiatan. Satu hal yang harus diwaspadai selama proses rekaman video yaitu bahwa prosesnya tidak berubah lantaran proses perekaman video, maksudnya pastikan bahwa kita menangkap situasi sedekat mungkin dengan kenyataan.
Klasifikasikan setiap acara yang dilakukan baik sebagai acara internal atau acara eksternal. acara internal merupakan semua acara yang dilakukan ketika peralatan dihentikan, sedangkan semua acara yang dilakukan ketika mesin berjalan disebut acara eksternal. Contoh penerapan smed, jikalau Anda perlu mengganti roda mobil, sebaiknya kendaraan beroda empat harus tidak boleh ketika melaksanakan peralihan karenanya akan diklasifikasikan sebagai aktivitas internal. Apabila dibutuhkan menilik suhu mesin atau parameter lain, hal itu mungkin sanggup dilakukan oleh pengemudi ketika kendaraan beroda empat masih bergerak dan karenanya sanggup menjadi aktivitas eksternal.
Cara paling signifikan di mana waktu peralihan sanggup dikurangi yaitu dengan mengonversi semua acara internal ke acara eksternal. Selama pergantian, sejumlah acara dilakukan seperti:
Tinjau semua kegiatan internal yang tersisa untuk melihat apakah mereka sanggup dieliminasi, dibentuk lebih sederhana atau dikombinasikan dengan langkah-langkah lain untuk mengurangi waktu pergantian total. Teknik yang sanggup dipakai di sini adalah:
Untuk menghilangkan pengaturan atau adaptasi (adjustment) di internal ketika terjadi change style atau changeover dibutuhkan acara kaizen atau continuous improvement dengan memakai siklus PDCA.
Saat melaksanakan SMED, jangan abaikan sisi orang. Selain elemen teknis di atas untuk mengurangi waktu peralihan, perbaikan signifikan juga sanggup dilakukan dengan memperhatikan elemen orang. Misalnya, dengan mempunyai tugas dan tanggung jawab yang jelas, melatih anggota tim pada konsep kaizen perbaikan berkelanjutan untuk selalu mencari peluang peningkatan serta terus meningkatkan proses, menstandardisasi arahan kerja sehingga pekerjaan diselesaikan dengan cara yang konsisten dan sanggup diulang. Yang karenanya sanggup menciptakan perbaikan signifikan terhadap proses tersebut.
Dengan mengikuti metodologi SMED diatas memungkinkan sanggup mengurangi waktu changeover, apabila metodologi tersebut diterapkan dengan langkah yang sempurna juga berurutan.
Quick changeover sanggup terjadi apabila semua pihak mengerti tujuan dari penerapan SMED, dan gotong royong sanggup diawali melalui penerapan budaya 5s di daerah kerja. Karena penerapan 5s akan membantu memudahkan pencapaian tujuan SMED. 5S yaitu prinsip-prinsip dasar dalam TPM begitu juga Lean Manufacturing, oleh lantaran itu 5S dan SMED mempunyai kekerabatan yang sangat erat.
Baca Juga:
Ada beberapa istilah lain dari SMED yaitu;
- QCO (Quick Change Over)
- 4SRS (Four Step Rapid Setup)
- Setup Reduction, OTS (One Touch Setup)
- OTED (One Touch Exchange of Die)
Sebelum membahas cara dalam mengurangi waktu changeover dengan tujuan efektifitas biaya produksi melalui teknik SMED, Ada baiknya ketahui dahulu sejarah sehingga Anda sanggup mengimplementasikannya di perusahaan.
Sejarah SMED
Istilah SMED berasal dari industri otomotif di mana ini dipakai untuk menciptakan sparepart kendaraan beroda empat sampai body mobil. Contoh aplikasi smed pada Mesin-mesin ini memakai kekuatan hidrolik besar untuk menekan sepasang lembaran logam untuk menawarkan bentuk tertentu ke lembaran logam menyerupai kap depan mobil. Karena kekuatan besar yang terlibat, beberapa mesin ini sanggup sangat besar dan mengubahnya dari satu bentuk ke lainnya sehingga membutuhkan perjuangan dan waktu henti yang signifikan. Di masa lalu, waktu pergantian sanggup beberapa hari.
Apabila waktu pergantian lama, maka sering menciptakan changeover dianggap sebagai waktu yang tidak mempunyai nilai tambah (non-value Added) lantaran peralatan tidak produktif selama changeover. Oleh lantaran itu, jumlah changeover biasanya diminimalkan, yang berarti mesin-mesin ini karenanya menciptakan ratusan potongan dari satu jenis sebelum pergantian dimulai ke perpindahan lain. Jumlah potongan yang dibentuk lebih besar dari yang dibutuhkan akan mengakibatkan persediaan berlebih di produksi. Salah satu akar penyebab persediaan besar yaitu waktu changeover tinggi yang dibutuhkan untuk mengubah waktu berhenti. Taiichi Ohno bersama Shigeo Shingo muncul dengan metode untuk mengurangi waktu pergantian menjadi kurang dari 10 menit. Oleh lantaran itu, metodologi ini dinamakan sebagai Single-minute exchange of die (SMED).
Teknik yang dikembangkan tidak hanya berlaku untuk pergantian mesin produksi saja tetapi sanggup dipakai dimanapun untuk pengurangan changeover jikalau diperlukan. Konsep ini tidak berlaku di manufaktur saja. Misalnya rujukan kasus penerapan smed, ketika pesawat mendarat di bandara dan sebelum lepas landas untuk penerbangan berikutnya sanggup dianggap sebagai waktu pergantian. Selama pengubahan ini, penerbangan harus diisi ulang, dibersihkan, semua investigasi harus dilakukan, koper penumpang yang datang harus dilepas dan penumpang yang berangkat harus dimuat, dll. Semakin usang waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan changeover ini, yang lebih rendah yaitu efisiensi seluruh proses lantaran pesawat tidak produktif dan menghasilkan pendapatan selama changeover.
Changeover (Pergantian dan setting Mesin)
Untuk memahami apa itu Changeover, simak disini: Pengertian Quick Change Over
Lalu mengapa waktu changeover yang usang itu tidak baik?, waktu changeover tidak menambah nilai (NVA). Karena selama pergantian, tidak ada produk yang diproduksi. Meskipun peralihan sanggup membantu menciptakan produk yang dibutuhkan pelanggan, apabila sanggup mengurangi waktu peralihan ke nilai lebih kecil, tanpa berdampak kepada pencapaian apa yang diinginkan pelanggan tanpa memengaruhi produksi terlalu banyak. Oleh lantaran itu, dari perspektif ini, waktu pergantian yang lebih kecil lebih disukai.
Waktu changeover yang lebih besar menyiratkan bahwa organisasi tidak akan sering melaksanakan changeover untuk mempertahankan angka produktivitas. Ini berarti bahwa bahkan jikalau pergantian diperlukan, untuk mempertahankan nomor efisiensi, pergantian sanggup ditunda. Menjalankan proses lebih usang dari yang dibutuhkan berarti persediaan produk melebihi apa yang dibutuhkan. Seperti diketahui bahwa over produksi yaitu pemborosan dari lean manufacturing.
Dari sini sangat terang bahwa waktu changeover yang besar tidak menguntungkan untuk proses apa pun. Dari rujukan kasus smed diatas, jikalau waktu pergantian sanggup dikurangi, maka persediaan sanggup dikurangi dengan demikian sanggup mengurangi pemborosan dalam proses. Inventaris yang lebih kecil di proses juga menyiratkan waktu tunggu yang lebih kecil dan karenanya reaksi sangat cepat terhadap seruan pelanggan.
Pengurangan pergantian mesin (Changeover) sanggup menawarkan manfaat berikut:
- Respons lebih cepat terhadap seruan pelanggan
- Biaya lebih rendah (karena acara NVA lebih sedikit, tingkat inventaris lebih rendah)
- Ukuran lot lebih kecil (karena kita sanggup mempunyai lebih sering changeover)
Langkah-langkah Implementasi SMED untuk Kurangi Waktu Change Over
Kita sanggup memakai metodologi SMED untuk mengurangi waktu changeover. Metodologi SMED khas terdiri dari langkah-langkah berikut:
1. Identifikasi kegiatan dengan observasi juga dokumentasi untuk memisahkan event internal dan external setup.
Identifikasi semua kegiatan yang ketika ini sedang dilakukan selama pergantian termasuk waktu untuk setiap kegiatan. Ada baiknya juga merekam acara pergantian video dengan pengatur waktu pada layar untuk memastikan bahwa semua acara ditangkap. Selain itu, lakukan obeservasi dengan genba, genbutsu, genjitsu dalam penerapan lean manufacturing yaitu sangat penting dilakukan dengan tujuan utnuk mengidentifikasi event internal maupun external setup.
Adabaiknya amati beberapa pergantian untuk memastikan Anda menangkap variasi serta mendokumentasikan semua kemungkinan kegiatan. Satu hal yang harus diwaspadai selama proses rekaman video yaitu bahwa prosesnya tidak berubah lantaran proses perekaman video, maksudnya pastikan bahwa kita menangkap situasi sedekat mungkin dengan kenyataan.
2. Konversi event internal menjadi event external.
Klasifikasikan setiap acara yang dilakukan baik sebagai acara internal atau acara eksternal. acara internal merupakan semua acara yang dilakukan ketika peralatan dihentikan, sedangkan semua acara yang dilakukan ketika mesin berjalan disebut acara eksternal. Contoh penerapan smed, jikalau Anda perlu mengganti roda mobil, sebaiknya kendaraan beroda empat harus tidak boleh ketika melaksanakan peralihan karenanya akan diklasifikasikan sebagai aktivitas internal. Apabila dibutuhkan menilik suhu mesin atau parameter lain, hal itu mungkin sanggup dilakukan oleh pengemudi ketika kendaraan beroda empat masih bergerak dan karenanya sanggup menjadi aktivitas eksternal.
Cara paling signifikan di mana waktu peralihan sanggup dikurangi yaitu dengan mengonversi semua acara internal ke acara eksternal. Selama pergantian, sejumlah acara dilakukan seperti:
- Kalibrasi alat mesin yang sesuai
- Memungkinkan alat mesin untuk mendinginkan (jika diperlukan)
- Bersihkan area tersebut sesuai kebutuhan
- Menjalankan alat mesin untuk beberapa potongan pertama untuk memastikan hasil kualitas yang baik
- Menghilangkan alat juga instrumen dari area kerja
- Mendapatkan perkakas yang dibutuhkan serta instrumen untuk melaksanakan pergantian
3. Jadikan event internal lebih cepat.
Tinjau semua kegiatan internal yang tersisa untuk melihat apakah mereka sanggup dieliminasi, dibentuk lebih sederhana atau dikombinasikan dengan langkah-langkah lain untuk mengurangi waktu pergantian total. Teknik yang sanggup dipakai di sini adalah:
- Hilangkan baut dan sekrup memakai prosedur yang lebih cepat
- Hilangkan adaptasi dan gunakan pengaturan standar
- Hilangkan gerakan dengan menata kembali area kerja
- Modularisasi peralatan untuk mengurangi waktu changeover
4. Hilangkan adjustment internal pada setup.
Untuk menghilangkan pengaturan atau adaptasi (adjustment) di internal ketika terjadi change style atau changeover dibutuhkan acara kaizen atau continuous improvement dengan memakai siklus PDCA.
Saat melaksanakan SMED, jangan abaikan sisi orang. Selain elemen teknis di atas untuk mengurangi waktu peralihan, perbaikan signifikan juga sanggup dilakukan dengan memperhatikan elemen orang. Misalnya, dengan mempunyai tugas dan tanggung jawab yang jelas, melatih anggota tim pada konsep kaizen perbaikan berkelanjutan untuk selalu mencari peluang peningkatan serta terus meningkatkan proses, menstandardisasi arahan kerja sehingga pekerjaan diselesaikan dengan cara yang konsisten dan sanggup diulang. Yang karenanya sanggup menciptakan perbaikan signifikan terhadap proses tersebut.
Dengan mengikuti metodologi SMED diatas memungkinkan sanggup mengurangi waktu changeover, apabila metodologi tersebut diterapkan dengan langkah yang sempurna juga berurutan.
Kesimpulan Mengurangi Waktu Changeover semoga Tercipta Efektifitas Biaya Produksi Dengan Metode SMED
Quick changeover sanggup terjadi apabila semua pihak mengerti tujuan dari penerapan SMED, dan gotong royong sanggup diawali melalui penerapan budaya 5s di daerah kerja. Karena penerapan 5s akan membantu memudahkan pencapaian tujuan SMED. 5S yaitu prinsip-prinsip dasar dalam TPM begitu juga Lean Manufacturing, oleh lantaran itu 5S dan SMED mempunyai kekerabatan yang sangat erat.
Baca Juga:



