Lean Manufacturing | Cara Meningkatkan Efisiensi Operasional Produksi

Cara Meningkatkan Efisiensi Produksi - Agar tetap kompetitif, setiap bisnis tentu harus berusaha tingkatkan efisiensi lini operasional sedapat mungkin. Ini sangat penting bagi UKM supaya beroperasi secara efisien, alasannya yaitu mereka sering mempunyai sdm lebih terbatas dibandingkan perusahaan besar. Ini meliputi pengertian bahwa efisiensi adalah suatu ukuran keberhasilan dinilai dari segi besarnya sumber maupun biaya buat mencapai hasil untuk kegiatan yang dijalankan.


Untuk tetap kompetitif dalam dunia yang semakin kompetitif, bisnis harus bisa meningkatkan efisiensi operasional termasuk di lini produksi. Karena cepat atau lambat, perusahaan apa pun yang tidak beroperasi secara efisien akan bangkrut. Salah satu yang diterapkan yaitu Lean manufacturing di organisasi termasuk didalamnya startup.


Lean manufacturing yaitu filosofi cara berpikir dengan metode dan taktik administrasi untuk meningkatkan efisiensi di lini manufaktur atau produksi. Metode serta prinsip dasar ini diubahsuaikan dari Toyota Production System (TPS). Tujuan utama lean manufacturing yaitu memaksimalkan nilai (value) bagi pelanggan dengan menghilangkan pemborosan (bahasa Inggris: Wastes).


Anda mungkin menyukai:



Melalui penerapan lean manufacturing di pabrik, bank, asuransi, rumah sakit, dll merupakan langkah-langkah efektif sebagai cara meningkatkan efisiensi operasional produksi di perusahaan. Untuk lebih memahami bagaimana meningkatkan efisiensi perusahaan secara cepat, simak terus ulasannya.


Pemasok & Kustomisasi


Supplier, vendor atau pemasok yaitu individu atau perusahaan; baik dalam skala besar atau kecil yang mempunyai kemampuan untuk menyediakan kebutuhan bisnis. Mereka juga mempengaruhi perusahaan dalam menjalankan proses produksi yang harus menghadapi karakteristik order dari pelanggan menyerupai jumlah pemesanan yang sedikit hingga kompleksitas tinggi. Selain pemasok, kustomisasi yaitu alasan untuk varietas change over dan kerugian efisiensi.


Dengan permasalahan menyerupai itu memungkin perusahaan harus mengurangi kegiatan tidak bernilai tambah (NVA) biar tidak mengakibatkan pemborosan dalam kegiatan produksi yang bersumber dari pemasok. Oleh alasannya yaitu itu dibutuhkan mass customization strategy dalam lingkungan kompetisi pada supply chain dikala ini biar kemampuan untuk menghasilkan produk sesuai dengan harapan dan spesifikasi tertentu dari customer dengan tetap mempertahankan service level customer dan mengendalikan biaya.


Kustomisasi Massal (bahasa Inggris: Mass customization) yaitu suatu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan produk dalam variasi yang besar dan dengan lead time yang pendek. Ini mendefinisikan kustomisasi massal dalam pemasaran, manufaktur, call center, dan manajemen, yaitu penggunaan sistem manufaktur fleksibel yang dibantu komputer untuk menghasilkan keluaran khusus. Sistem menyerupai ini menggabungkan biaya unit rendah dari proses produksi massal dengan fleksibilitas kustomisasi individu.


 setiap bisnis tentu harus berusaha tingkatkan efisiensi lini operasional sedapat mungkin Lean Manufacturing | Cara Meningkatkan Efisiensi Operasional Produksi


Artinya secara umum, kustomisasi merupakan unit bisnis unik, dalam hal kuantitas pesanan dan teknik Manufaktur. Sebagai teladan masalah analisa kuantitas pesanan (Order quantity analysis) di suatu perusahaan menyerupai pabrik mempunyai ukuran lot 36,45% dengan rata-rata hanya 10 buah per PO
sementara banyak sekali pesanan yaitu rata-rata hanya 42 buah per PO.



Melihat dari teladan perusahaan mass customization diatas, dipastikan bahwa proses manufaktur normal tidak sanggup bekerja dengan efisien memakai teknik manufaktur normal dan memerlukan konsep yang berbeda berupa taktik mass customization.


Cara Meningkatkan Efisiensi Operasional Produksi di Perusahaan



Strategi meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya operasional di lini produksi di perusahaan terutama bagi Anda yang telah menerapkan lean manufacturing, maka yang harus dilakukan.


1. Pengelompokan Product Family


Mengkelompokkan dan mengkategorikan product family yaitu sangat penting dilakukan terkait yang diproduksi oleh satu perusahaan. Perusahaan menerima manfaat dari membuat dengan pengelompokan product family, di mana bisnis sanggup meningkatkan kepuasan juga kesetiaan pelanggan terhadap produk yang ada untuk membuat mereka membeli tambahan, produk terkait.




Grup produk merupakan pengelompokan produk tingkat tinggi. Grup produk memungkinkan kita mengategorikan produk menurut model bisnis. Saat Anda mendefinisikan produk individual atau perangkat produk, perusahaan sanggup secara opsional mengaitkan produk dengan grup produk.


Apabila Anda merupakan hebat atau praktisi lean manufacturing tentu tidak absurd dengan bagaimana pengelompokan product family. Ini juga dilakukan sebagai langkah awal dalam melaksanakan value stream mapping (VSM).


Perusahaan baik barang atau jasa sesuai dengan beberapa karakteristik atau sekumpulan karakteristik yang ditunjukkan. Sebagian besar produsen akan memakai metode pembagian terstruktur mengenai produk informal dari desain mereka sendiri; meskipun metode yang lebih standar dari pembagian terstruktur mengenai produk yang dirancang oleh banyak sekali organisasi industri juga ada.


2. Desain Modul Spesifik


Modul, cell atau dikenal dengan sewing line yaitu bab utama dari produksi di suatu manufaktur atau pabrikasi dimana proses menjahit atau mengabungkan komponen materi yang telah dipotong menjadi barang jadi.


Dari tata letak pabrik, menurut product family dengan jenis produk yang digabungkan ke Area serta jalur tertentu harus di desain sedemikian rupa biar menghilangkan pemborosan pada kegiatan produksi. Sebagai teladan kasusnya:


 setiap bisnis tentu harus berusaha tingkatkan efisiensi lini operasional sedapat mungkin Lean Manufacturing | Cara Meningkatkan Efisiensi Operasional Produksi
Ilustrasi: contoh meningkatkan efisiensi operasional di perusahaan

Selain dari tata letak pabrik, maka yang harus dilakukan untuk mengurangi hingga menghilangkan pemborosan dalam hal ini muda, penting juga melaksanakan perbaikan atau improvement berupa kaizen di lini produksi yaitu pada proses sewing line.


Sebagai materi tumpuan dari muda, mura maupun muri; silahkan baca pengertian muda, mura dan muri dalam penerapan lean manufacturing di perusahaan.




Cara melaksanakan efisiensi dengan mendesain ulang modul biar lebih spesifik untuk operasional di lini produksi tentunya bertujuan mengurangi downtime mesin yang terjadi akhir variasi order. Ini juga sanggup dikatakan sebagai teladan meningkatkan efisiensi tenaga kerja melalui flexibility.


3. Pekerja multi-terampil (Multi skilled)


Pekerja multi skill yaitu mempunyai pembinaan dan keterampilan di lebih dari satu bidang. Misalnya, dalam lingkungan manufaktur, pekerja multi-terampil sanggup mendapatkan pembinaan dalam semua aspek produk, serta kemampuan untuk melaksanakan investigasi kualitas.


Pengembangan sumber daya insan merupakan investari terbesar perusahaan, tidak sedikit dari bisnis mengabaikan hal ini. Padahal aspek pengembangan sumber daya insan menjadi bab penting dalam upaya mengelola sumber daya insan secara keseluruhan. Melalui multi-skilling yang pada hakekatnya pengembangan sumber daya insan mempunyai dimensi luas yang bertujuan menawarkan kesadaran serta motivasi karyawan dalam ikut serta mencapai tujuan perusahaan.


Apa itu multi skill? Multi-skill yaitu bakat yang mempunyai banyak sekali potensi dan keahlian. Untuk mempunyai pekerja yang multi-skill maka sangat dibutuhkan pengembangan sumber daya insan sebagai upaya perbaikan berkesinambungan (continous improvement) dalam meningkatkan mutu sumber daya insan dalam arti yang seluas-luasnya, dimana mereka diharapkan bukan hanya hebat disatu bidang keterampilan.


 setiap bisnis tentu harus berusaha tingkatkan efisiensi lini operasional sedapat mungkin Lean Manufacturing | Cara Meningkatkan Efisiensi Operasional Produksi
Salah satu teladan skill mapping untuk multi skill training centre di perusahaan


Pelatihan atau training yang efektif sanggup dipakai untuk “up-skilling” maupun“multi-skill” tenaga fungsional. Tentu ini harus menjadi prinsip dasar dalam strategi pengembangan sumber daya insan yang TIDAK BISA DITAWAR  ketika ingin meningkatkan efisiensi dan keefektifan dalam segala hal.


4. Budaya 5S


Konsep amalan 5S perlu dilakukan untuk menghidari kegiatan tidak bernilai tambah (Non-value Added/ NVA). Ini mendefinisikan ketersediaan tools yang dibutuhkan untuk proses produksi, dimana langkah dari budaya 5S tersebut merupakan salah satu cara mengidentifikasi pemborosan dalam aktifitas produksi.


Budaya kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) atau di Indonesia dikenal dengan Konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) dimana ini merupakan prinsip dasar lean manufacturing dalam pengertian bahwa karyawan terbiasa melaksanakan kegiatan 5S di lingkungan kerja.


Ketersediaan barang yang dibutuhkan akan mengurangi pemborosan dalam kegiatan produksi, yang mengakibatkan produktivitas perusahaan tidak meningkat bahkan melampaui lead time. Dengan demikian sangat penting memastikan bahwa efektivitas bisnis berjalan sesuai dengan konsep 5S dalam pengertian efisiensi operasional perusahaan secara umum.


 5. Sistem Pengambilan Data Real Time


Pemrosesan data real-time yaitu sanksi data dalam periode waktu singkat, menyediakan output seketika. Pengolahan dilakukan dikala data dimasukkan, sehingga perlu anutan input data secara kontinu untuk menghasilkan output yang berkesinambungan. Contoh dari sistem pemrosesan data real-time yaitu ATM bank, sistem penggajian, penagihan, downtime machine, downtime quality, dll.


Menggunakan pengukuran proses waktu positif (real-time) sangat perlu diimplementasikan sebagai langkah quick respon terhadap permasalahan yang terjadi dengan mengidentifikasi srata menganalisis peningkatan data pada produk secara luas baik dari kualitas maupun output.


Meningkatkan efisiensi dengan menghubungkan kelompok dan sistem bisnis sebagai teladan masalah penerapan lean rumah sakit yaitu rehabilitasi medis khusus dipakai secara manual, proses yang tidak efisien untuk komunikasi kritis, membuat lingkungan yang terpisah di antara departemen. Aplikasi ini tidak menyediakan validasi data yang konsisten atau alat pelaporan untuk manajemen, berdampak pada upaya untuk memperkenalkan inisiatif dan memperlambat isu ke jaringan rujukan. Rumah sakit membutuhkan sistem untuk:
  • Hubungkan jalan masuk grup lintas departemen
  • Tingkatkan produktivitas dan rencana untuk komunikasi penjangkauan rujukan ke dokter, manajer kasus, perawat dan terapis
  • Menyediakan jalan masuk jarak jauh dan alat pelaporan yang disempurnakan untuk manajemen


Kesimpulan

Contoh acara efisiensi perusahaan dalam melaksanakan efisiensi bisnis diatas, bahwa hal yang terpenting dalam penerapan lean manufacturing sebagai cara meningkatkan efisiensi operasional produksi di perusahaan bahwa organisasi harus secara teratur meninjau data kinerja mereka dan mengadopsi budaya peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) atau umum disebut Kaizen.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel