Penerapan Prinsip Lean Warehouse Dalam Administrasi Gudang
Beberapa waktu kemudian saya telah membahas mengenai prinsip dasar lean manufacturing, tapi bagaimana dengan lean warehousing?, tentu saja ini akan sangat penting terutama bagi pelaksana sistem administrasi gudang logistik ataupun barang jadi. Lini produksi dalam mengejar prinsip lean termasuk faktor penyimpanan dan penanganan material, tetapi jarang sekali kita melihat secara khusus dilakukan dalam operasi distribusi. Banyak operasi pergudangan yang mungkin menerapkan aspek lean dalam proses pergudangan, tetapi tidak sedikit juga yang galau dalam menerapkan aktivitas Lean Warehouse?.
Konsep dasar lean yakni dirancang untuk memproduksi barang identik atau serupa secara massal, jadi konversi eksklusif ke pergudangan, di mana volume tidak besar atau standar, tidak diberikan. Tentu saja kita tidak sanggup menerapkan ilmu lean dengan cara yang sama persis, tetapi perusahaan niscaya bisa menerapkannya.
Sangat masuk logika dikala berbicara mengenai lean manufacturing yakni ihwal proses yang memungkinkan produksi memaksimalkan hasil dengan meminimalisir pemborosan. Biasanya, pergudangan sering dipertaruhkan dengan penambahan kegiatan tidak bernilai tambah (non-value added) baik disadari ataupupun tidak dan ini sangat merugikan sebab akan mengakibatkan cost (biaya) tinggi.
Seperti diketahui bahwa dengan implementasi lean pergudangan (lean warehouse) sanggup menjadi sumber daya sepenuhnya rantai pasokan terpadu (supply chain management) dalam pengertian bahwa pengontrolan kegiatan dibalik perjuangan yang dioperasikan berfokus kepada perbaikan berkelanjutan (Kaizen).
Pergudangan telah sangat berevolusi dari awal sejarahnya sebagai penyimpanan barang sederhana. Sekarang, di pasar yang semakin terglobalisasi, administrasi inventaris tingkat tinggi, administrasi penerimaan dan pengiriman produk yang cepat serta layanan pengiriman akurat juga fleksibel sangat penting.
Sistem operasi Lean warehouse (pergudangan) membuka banyak sekali area yang sempurna untuk penghematan yang signifikan, jangka panjang dan berkelanjutan. Dimana sistem pergudangan modern yakni dari pengurangan waktu penanganan dan pengurangan waktu bongkar/ muat truk sampai kontainer bertujuan meningkatkan keandalan dan membuatkan gosip dan fleksibilitas yang lebih besar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi pasar spesifikasi pelanggan, Lean membawa perubahan besar dalam pola pikir gudang. Dengan proses pengambilan dan pengepakan lebih baik, maka diperlukan sedikit waktu yang dihabiskan untuk mencari atau menyidik inventaris, pengisian stok yang singkat dan sanggup mendapatkan amanah dan peluang penjualan yang hilang diminimalkan. Ini terjadi sebagai pola dari penerapan budaya 5S di gudang.
Konsep gudang modern tentu sanggup memaksimalkan jalan masuk untuk semua tahapan proses, gosip stok yang akurat dan valid menghindari kelebihan atau kekurangan stok. Hal ini, pada gilirannya, mengurangi jumlah modal kerja yang diikat dalam aset yang dibekukan, menyediakan platform untuk pertumbuhan yang berpengaruh dan berkelanjutan serta peningkatan keuntungan.
Setiap penerapan lean pergudangan akan mempunyai tantangan berbedanya dalam mengidentifikasi tantangan utama dan merancang serta menerapkan solusi, oleh sebab itu penerapan lean di perusahaan pabrikasi tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi tertanam dan dianut sebagai kepingan dari budaya perusahaan.
lebih sedikit, dan tanpa limbah. Manajer gudang apa yang tidak mau melaksanakan itu? Anda sanggup mendesain area penyimpanan, sistem cross-docking, menentukan sistem dan area pengiriman untuk berfungsi lebih cepat, dengan lebih sedikit energi yang dikeluarkan dan lebih sedikit jam kerja yang dipakai semudah Anda sanggup menciptakan jalur manufaktur. Ide lean berusia setengah kala dan merupakan ilmu yang diterima di dunia manufaktur, tetapi benar-benar mulai melebur ke permukaan dalam distribusi.
Untuk lebih mendalami "apa itu Lean warehouse" berikut penjelasannya.
Ada tiga kepingan dasar untuk menerapkan lean di gudang: alat, metode, dan budaya. Sebagian besar perusahaan mempunyai peralatan sampai proses untuk merangkul lean. Budaya, bagaimanapun, sering hilang. Membuat budaya organisasi yang memberdayakan konsep lean yakni tantangan berulang bagi perusahaan, namun menghasilkan pengembalian investasi terbesar. Itu tidak terjadi dalam semalam. Ini membutuhkan perubahan paradigma.
Berikut merupakan langkah-langkah untuk menerapkan prinsip lean pergudangan dalam menajemen gudang sehingga menjadi budaya lean pada sistem operasional gudang:
Lean membutuhkan keterusterangan ihwal tujuan jangka panjang juga kemajuan jangka pendek. Ide-ide karyawan harus diberikan pertimbangan serius. Lean yakni suatu perjalanan serta mengharuskan setiap orang di organisasi untuk dilatih dalam pemecahan persoalan (problem solving) dan merasa menyerupai aset perusahaan yang sangat dihargai. Ini juga merupakan kepingan dari cara mengembangkan sdm yang berkualitas untuk membangun kerjasama dalam tim.
Mungkin Anda akan menyukai: Tujuan, Cara dan Tahapan Penyelesaian Masalah (Problem Solving)
Jika karyawan merasa mereka akan dieksekusi sebab menciptakan kesalahan, perjalanan lean akan gagal. Praktisi perlu mengambil risiko maupun berguru dari kesalahan. Tujuan dari lean logistics yakni untuk menantang proses yang ada dan mencari cara untuk mengurangi pemborosan. Lean bukan ihwal menghilangkan pekerjaan, ini ihwal menjadi sangat berharga sehingga keamanan pekerjaan benar-benar meningkat.
Banyak perusahaan memakai banyak sekali metrik untuk mengevaluasi perkembangan lean mereka. Tetapi tolok ukur yang paling penting yakni motivasi karyawan. Jika karyawan termotivasi yakni penting sebab mereka akan bersemangat dan terlibat, menikmati penyelesaian persoalan dan menghilangkan pemborosan, sedangkan metrik lain akan mencerminkan realitas yang sebenarnya.
Eksekutif senior dan manajer operasional perlu mengkomunikasikan visi lean mereka dan alasan untuk perubahan. Mereka perlu membahas mengapa karyawan harus melaksanakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Banyak perusahaan gagal dengan lean sebab kesuksesan tidak langsung. Ketika perjalanan dimulai, persoalan kelembagaan menjadi terlihat. Ketakutan dan impian harus dikomunikasikan sebagai kepingan dari obrolan yang sedang berlangsung. Memecahkan tantangan ini bisa sangat bermanfaat.
Manajer yang membimbing staf dalam praktik terbaik memimpin lean dengan memberi contoh. Penting untuk terlihat dan mengambil kiprah proaktif dalam kurva pembelajaran sehingga karyawan mengenali kesepakatan perusahaan.
Tidak jarang setiap kiprah kepingan gudang dalam perusahaan hanya memfokuskan diri pada kiprah pokok kepala sampai kiprah helper gudang tanpa mempedulikan bagaimana tugas-tugas tersebut saling mendukung terutama pemimpin dimana bukan hanya sebagai pemberi perintah akan tetapi lebih kepada melatih anggotanya semoga mempunyai kemampuan yang setara antara satu dengan lainnya.
Sepanjang perjalanan lean, setiap pencapaian, betapapun kecilnya, harus diakui dan dirayakan. Kemenangan kecil membangun dari waktu ke waktu dan mengatakan kemajuan. Mengakui dan kinerja yang memuaskan akan sangat membantu dalam membangun tim kejuaraan kelas dunia.
Penerapan prinsip prinsip dasar Lean warehouse dalam administrasi gudang yakni bersumber dari konsep lean logistik yang berakar dalam lean manufacturing Toyota Production System (TPS). Makara apabila sistem operasional gudang tidak menerapkan langkah-langkah diatas memungkinkan operasional gudang mencakup beberapa kegiatan tidak bernilai tambah (non-value added) tanpa kecuali cara kerja kepingan gudang itu sendiri. Hal ini justru akan berdampak kepada timbulnya pemborosan baru.
Konsep dasar lean yakni dirancang untuk memproduksi barang identik atau serupa secara massal, jadi konversi eksklusif ke pergudangan, di mana volume tidak besar atau standar, tidak diberikan. Tentu saja kita tidak sanggup menerapkan ilmu lean dengan cara yang sama persis, tetapi perusahaan niscaya bisa menerapkannya.
Sangat masuk logika dikala berbicara mengenai lean manufacturing yakni ihwal proses yang memungkinkan produksi memaksimalkan hasil dengan meminimalisir pemborosan. Biasanya, pergudangan sering dipertaruhkan dengan penambahan kegiatan tidak bernilai tambah (non-value added) baik disadari ataupupun tidak dan ini sangat merugikan sebab akan mengakibatkan cost (biaya) tinggi.
Seperti diketahui bahwa dengan implementasi lean pergudangan (lean warehouse) sanggup menjadi sumber daya sepenuhnya rantai pasokan terpadu (supply chain management) dalam pengertian bahwa pengontrolan kegiatan dibalik perjuangan yang dioperasikan berfokus kepada perbaikan berkelanjutan (Kaizen).
Pergudangan telah sangat berevolusi dari awal sejarahnya sebagai penyimpanan barang sederhana. Sekarang, di pasar yang semakin terglobalisasi, administrasi inventaris tingkat tinggi, administrasi penerimaan dan pengiriman produk yang cepat serta layanan pengiriman akurat juga fleksibel sangat penting.
Sistem operasi Lean warehouse (pergudangan) membuka banyak sekali area yang sempurna untuk penghematan yang signifikan, jangka panjang dan berkelanjutan. Dimana sistem pergudangan modern yakni dari pengurangan waktu penanganan dan pengurangan waktu bongkar/ muat truk sampai kontainer bertujuan meningkatkan keandalan dan membuatkan gosip dan fleksibilitas yang lebih besar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi pasar spesifikasi pelanggan, Lean membawa perubahan besar dalam pola pikir gudang. Dengan proses pengambilan dan pengepakan lebih baik, maka diperlukan sedikit waktu yang dihabiskan untuk mencari atau menyidik inventaris, pengisian stok yang singkat dan sanggup mendapatkan amanah dan peluang penjualan yang hilang diminimalkan. Ini terjadi sebagai pola dari penerapan budaya 5S di gudang.
Konsep gudang modern tentu sanggup memaksimalkan jalan masuk untuk semua tahapan proses, gosip stok yang akurat dan valid menghindari kelebihan atau kekurangan stok. Hal ini, pada gilirannya, mengurangi jumlah modal kerja yang diikat dalam aset yang dibekukan, menyediakan platform untuk pertumbuhan yang berpengaruh dan berkelanjutan serta peningkatan keuntungan.
Setiap penerapan lean pergudangan akan mempunyai tantangan berbedanya dalam mengidentifikasi tantangan utama dan merancang serta menerapkan solusi, oleh sebab itu penerapan lean di perusahaan pabrikasi tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi tertanam dan dianut sebagai kepingan dari budaya perusahaan.
lebih sedikit, dan tanpa limbah. Manajer gudang apa yang tidak mau melaksanakan itu? Anda sanggup mendesain area penyimpanan, sistem cross-docking, menentukan sistem dan area pengiriman untuk berfungsi lebih cepat, dengan lebih sedikit energi yang dikeluarkan dan lebih sedikit jam kerja yang dipakai semudah Anda sanggup menciptakan jalur manufaktur. Ide lean berusia setengah kala dan merupakan ilmu yang diterima di dunia manufaktur, tetapi benar-benar mulai melebur ke permukaan dalam distribusi.
Untuk lebih mendalami "apa itu Lean warehouse" berikut penjelasannya.
Menerapkan Prinsip Lean dalam Manajemen Gudang
Ada tiga kepingan dasar untuk menerapkan lean di gudang: alat, metode, dan budaya. Sebagian besar perusahaan mempunyai peralatan sampai proses untuk merangkul lean. Budaya, bagaimanapun, sering hilang. Membuat budaya organisasi yang memberdayakan konsep lean yakni tantangan berulang bagi perusahaan, namun menghasilkan pengembalian investasi terbesar. Itu tidak terjadi dalam semalam. Ini membutuhkan perubahan paradigma.
Berikut merupakan langkah-langkah untuk menerapkan prinsip lean pergudangan dalam menajemen gudang sehingga menjadi budaya lean pada sistem operasional gudang:
1. Saling Percaya dan Respek
Lean membutuhkan keterusterangan ihwal tujuan jangka panjang juga kemajuan jangka pendek. Ide-ide karyawan harus diberikan pertimbangan serius. Lean yakni suatu perjalanan serta mengharuskan setiap orang di organisasi untuk dilatih dalam pemecahan persoalan (problem solving) dan merasa menyerupai aset perusahaan yang sangat dihargai. Ini juga merupakan kepingan dari cara mengembangkan sdm yang berkualitas untuk membangun kerjasama dalam tim.
Mungkin Anda akan menyukai: Tujuan, Cara dan Tahapan Penyelesaian Masalah (Problem Solving)
2. Kebebasan dari Ketakutan
Jika karyawan merasa mereka akan dieksekusi sebab menciptakan kesalahan, perjalanan lean akan gagal. Praktisi perlu mengambil risiko maupun berguru dari kesalahan. Tujuan dari lean logistics yakni untuk menantang proses yang ada dan mencari cara untuk mengurangi pemborosan. Lean bukan ihwal menghilangkan pekerjaan, ini ihwal menjadi sangat berharga sehingga keamanan pekerjaan benar-benar meningkat.
3. Pengukuran Apa yang Penting (KPI)
Banyak perusahaan memakai banyak sekali metrik untuk mengevaluasi perkembangan lean mereka. Tetapi tolok ukur yang paling penting yakni motivasi karyawan. Jika karyawan termotivasi yakni penting sebab mereka akan bersemangat dan terlibat, menikmati penyelesaian persoalan dan menghilangkan pemborosan, sedangkan metrik lain akan mencerminkan realitas yang sebenarnya.
4. Komunikasi
Eksekutif senior dan manajer operasional perlu mengkomunikasikan visi lean mereka dan alasan untuk perubahan. Mereka perlu membahas mengapa karyawan harus melaksanakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Banyak perusahaan gagal dengan lean sebab kesuksesan tidak langsung. Ketika perjalanan dimulai, persoalan kelembagaan menjadi terlihat. Ketakutan dan impian harus dikomunikasikan sebagai kepingan dari obrolan yang sedang berlangsung. Memecahkan tantangan ini bisa sangat bermanfaat.
5. Pemimpin sebagai pelatih
Manajer yang membimbing staf dalam praktik terbaik memimpin lean dengan memberi contoh. Penting untuk terlihat dan mengambil kiprah proaktif dalam kurva pembelajaran sehingga karyawan mengenali kesepakatan perusahaan.
Tidak jarang setiap kiprah kepingan gudang dalam perusahaan hanya memfokuskan diri pada kiprah pokok kepala sampai kiprah helper gudang tanpa mempedulikan bagaimana tugas-tugas tersebut saling mendukung terutama pemimpin dimana bukan hanya sebagai pemberi perintah akan tetapi lebih kepada melatih anggotanya semoga mempunyai kemampuan yang setara antara satu dengan lainnya.
6. Merayakan Sukses
Sepanjang perjalanan lean, setiap pencapaian, betapapun kecilnya, harus diakui dan dirayakan. Kemenangan kecil membangun dari waktu ke waktu dan mengatakan kemajuan. Mengakui dan kinerja yang memuaskan akan sangat membantu dalam membangun tim kejuaraan kelas dunia.
Penerapan prinsip prinsip dasar Lean warehouse dalam administrasi gudang yakni bersumber dari konsep lean logistik yang berakar dalam lean manufacturing Toyota Production System (TPS). Makara apabila sistem operasional gudang tidak menerapkan langkah-langkah diatas memungkinkan operasional gudang mencakup beberapa kegiatan tidak bernilai tambah (non-value added) tanpa kecuali cara kerja kepingan gudang itu sendiri. Hal ini justru akan berdampak kepada timbulnya pemborosan baru.
