Menjadi Eksklusif Yang Matang Dan Dewasa
Firman-inside.id - Untuk artikel kali ini Firman akan membahas perihal apa saja yang perlu ditegaskan untuk menjadi eksklusif yang matang dan dewasa. Mungkin buat sebagian orang hal ini bukanlah hal yang serius, namun jikalau setiap poin dalam artikel berikut ini di terapkan dengan baik, maka akan membentuk eksklusif yang tidak hanya sampaumur saja namun juga matang dan berkualitas.
Baca juga: Siapakah pemilik masa depan?
Sekian untuk klarifikasi materi kali ini yaitu perihal menjadi eksklusif yang matang dan dewasa, supaya bermanfaat. Jika ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar.
Apa yang terjadi ketika tiba kedewasaan?
Masa sampaumur merupakan masa yang paling penting dari semua periode perkembangan manusia, alasannya yaitu pada masa inilah ditentukan sejarah hidup seseorang yang sesungguhnya. Menentukan identitas diri, membangun keluarga, menjadi pemimpin, mewujudkan kreatifitas, serta menjalankan komitmen yaitu beberapa jenis kegiatan yang menjadi kiprah perkembangan pada masa dewasa. Sebagai periode yang paling penting, masa sampaumur juga penuh dengan kompleksitas yang saling berbenturan.Baca juga: Siapakah pemilik masa depan?
Pengertian Masa Dewasa Awal
Dewasa berasal dari kata adult-adultus adolescene-adolescere (Latin) yang berarti tumbuh manjadi kedewasaan; telah tumbuh menjadi kekuatan atau ukuran yang tepat atau telah menjadi dewasa. Menurut Hurlock, sampaumur yaitu individu yang telah menuntaskan pertumbuhan (secara fisik) dan siap mendapatkan kedudukan dalam masyarakat bersama dengan orang sampaumur lainnya. Baca juga Ciri-ciri dan macam-macam kedewasaana. Ciri kematangan yang dimiliki dewasa
- Berorientasi pada kiprah (tanggung jawab), bukan pada diri atau ego.
- Tujuan-tujuan yang terang dan kebiasaan kerja yang efisien.
- Mengendalikan perasaan pribadi. Keobjektifan (objektif terhadap segala sesuatu).
- Menerima kritik dan saran. Bertanggung jawab terhadap usaha-usaha pribadi.
- Penyesuaian terhadap situasi baru.
b. Karakteristik sampaumur awal
- Usia reproduktif: sampaumur awal ingin berbagi karirnya terlebih dahulu sebelum menikah.
- Masa pengaturan: mulai menentukan referensi hidup yang diyakininya, memulai berumah tangga dan menentukan pekerjaan yang tepat, berbagi pola-pola sikap sikap dan nilai-nilai yang cenderung menjadi kekhasan selama sisa hidupnya.
- Usia bermasalah: sulit menentukan pekerjaan dan beradaptasi dengan lingkungan kerjanya, beradaptasi sebagai orang bau tanah muda, berusaha menuntaskan masalahnya sendiri tanpa santunan dari orang lain.
- Ketegangan emosi: emosi menggelora, penyesuaian diri pada kehidupan orang-orang sampaumur belum terealisasi secara memuaskan, ketegangan berasal dari dalam (bukan dari luar), kekhawatiran terhadap pekerjaan, dan persoalan perkawinan/peran sebagai orang tua.
- Keterasingan sosial: mengalami keterpencilan sosial (kesulitan diri dengan lingkungan baru), adanya persaingan dan hasrat yang besar lengan berkuasa untuk maju dalam karir.
- Masa perubahan nilai: lebih mementingkan pendidikan untuk masa depannya, perubahan pengalaman dan kekerabatan sosial yang lebih luas, berusaha mengubah penampilan yang berantakan dan sikap suka memberontak hukum dan tata cara, nilai-nilai sampaumur awal bergeser dari egosentris ke sosial.
- Masa komitmen: mengalami perubahan tanggung jawab, menciptakan komitmen-komitmen gres dan referensi hidup baru.
- Masa penyesuaian diri: dengan cara hidup baru, perubahan gaya hidup gres di bidang perkawinan dan kiprah orang tua.
- Masa kreatif: bebas berbuat apa saja yang mereka inginkan, menyalurkan kreativitasnya melalui hobi dan pekerjaan sesuai dengan minat dan bakatnya.
c. Tugas perkembangan sampaumur awal
- Memilih sahabat bergaul.
- Belajar hidup bersama dengan pasangan hidup.
- Mulai hidup berkeluarga.
- Belajar mengasuh anak.
- Mengelola rumah tangga.
- Mulai bekerja dalam suatu jabatan.
- Mulai bertanggung jawab sebagai warga negara yang layak (ikut dalam kegiatan masyarakat).
- Memperoleh kelompok yang seirama dengan nilai-nilai pahamnya.
d. Perkembangan fisik sampaumur awal
- Puncak kekuatan (strength), energi, dan ketekunan (endurance).
- Puncak dari pertumbuhan dan perkembangan fisiologis (pertumbuhan fisiknya tidak tumbuh lagi).
- Perubahan fisik, tumbuh bulu halus, perubahan suara, kemampuan reproduksi.
e. Kesehatan sampaumur awal
- Sehat berdasarkan WHO yaitu kondisi sehat sejahtera fisik, psikologis dan sosial.
- Perilaku sehat, antara lain:
- makan teratur,
- konsumsi kuliner sehat,
- aktivitas seimbang,
- pola tidur sehat dan normal,
- no smooking and no drugs,
- no Cholesterol.
- Survei janjkematian terbesar sampaumur awal, antara lain:
- AIDS,
- jantung,
- kanker,
- stroke.
f. Masalah kebiasaan dan kesehatan
- Obesitas, menumpuknya lemak yang sangat berlebihan.
- Faktor penyebab antara lain:
- faktor genetik (keturunan),
- faktor psikologis (gangguan emosi),
- kurang melaksanakan kegiatan fisik, kelebihan makanan,
- kemajuan teknologi yang menciptakan orang males.
- Diet dan olahraga.
- Drugs abuser (penyalahgunaan narkotika).
- Perkembangan proses drugs abuser, antara lain:
- kontak pertama, coba-coba, rasa ingin tahu, rasa ingin diakui;
- Eksperimental, ingin mencoba-coba zat yang kadarnya lebih tinggi;
- rekreasional dipakai dalam kesempatan/situasi tertentu dengan . teman-temannya;
- situasional, ketika menghadapi persoalan dan ketegangan psikis;
- intensif penyalahgunaan (dependensi), dipakai secara teratur;
- kompulsif/ketergantungan adiksi, sudah menjadi potongan dari hidupnya.
- Penanggulangannya, antara lain:
- preventif-promotif, perjuangan menangulangi/mencegah dengan penyuluhan-penyuluhan ke segala lapisan masyarakat;
- kuratif, menyembuhkan diri dari ketergantungan secara fisik dan psikis;
- rehabilitasi, mengembahkan si penderita kepada masyarakat.
- Perkembangan proses drugs abuser, antara lain:
- Merokok
- Life style, potongan dari hidupnya, ingin diakui dalam masyarakat lingkungannya.
- Alasan merokok, antara lain:
- kebiasaan
- pengaruh negatif
- ketergantungan psikologis
- pengaruh kasatmata (rasa nyaman, tenang)
- Tipe perokok, perokok aktif dan perokok pasif.
- Strategi mengatasi, antara lain:
- self-monitoring, pemantauan/memonitor diri sendiri;
- stimulus control, upaya individu untuk mengontrol rangsangan yang muncul dari dalam/luar individu;
- change respons, ketika muncul impian merokok, dialihkan dengan kegiatan lain;
- appointment with the other, melaksanakan perjanjian dengan orang lain (orang tua, arang yang lebih ahli).
g. Minat sampaumur awal
- Minat eksklusif dan sosial
- Minat terhadap penampilan.
- Minat terhadap pakaian dan perhiasan.
- Minat terhadap uang.
- Minat terhadap agama.
- Minat terhadap rekreasi.
- Minat terhadap perbincangan.
- Minat terhadap olahraga dan permainan.
- Minat sosial dan mobilitas sosial
- Perkembangan pemilihan karir dan perkawinan.
- Pemilihan jabatan dan kesulitan pemilihan pekerjaan.
- Penyesuaian diri terhadap jabatan dan pekerjaan.
- Penyesuaian diri terhadap perkawinan atau rumah tangga.
Sekian untuk klarifikasi materi kali ini yaitu perihal menjadi eksklusif yang matang dan dewasa, supaya bermanfaat. Jika ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar.
