Teknologi Raid
TEKNOLOGI RAID array dikonseptualisasikan pertama pada tahun 1978 oleh Norman Ouchi, ilmuwan komputer IBM yang menulis serangkaian rencana untuk sistem yang jadinya menjadi RAID 5. Pada tahun 1987 peneliti di Universitas Berkeley lebih lanjut membuatkan gagasan tetapi yang galau oleh kenyataan bahwa sementara RAID array ditawarkan banyak kapasitas penyimpanan yang lebih baik.
Pada tahun 1988 David Patterson, Garth Gibson dan Randy Katz menulis sebuah artikel berjudul, "A masalah untuk berlebihan array dari murah Disks (RAID)". Ini yakni artikel pertama yang memakai istilah RAID. Nama terjebak dan masih dipakai sekarang.
Saat ini ada sejumlah besar dari tingkat RAID atau konfigurasi. Beberapa di antaranya menyerupai RAID 1 dan RAID 5 sangat terkenal dan lain menyerupai RAID 2, 3 atau 4 kini usang. Berbagai tingkat RAID array menyimpan data dalam cara yang berbeda dan memungkinkan untuk variasi dalam tingkat redundansi, santunan dari disk failure dan kecepatan menulis atau mengakses file dari array.
RAID adalah abreviasi untuk "Redundant Array of Intelligent Disks". Kadang-kadang singkatan dikutip sebagai "Redundant Array of Intelligent Devices" atau juga disebut dengan "Redundant Array of Inexpensive Disks". Dalam setiap kasus, itu yakni grup hard drive yang diatur untuk mengoptimalkan penyimpanan Anda sesuai dengan kebutuhan individu. Optimasi baik dilakukan dengan perangkat lunak (Software RAID) atau perangkat keras (Hardware RAID). Hard drive dikonfigurasi dalam RAID setup disebut array. Ada banyak jenis RAID array beberapa diantaranya yang sanggup Anda lihat yaitu RAID 0, RAID1, RAID 5, RAID 6, JBOD dan lalu ada array kombinasi yang adakala disebut dua digit nomor dan adakala sebagai "nomor satu + nomor lain". yaitu RAID 0 + 1 atau RAID 10, RAID1 + 5 atau RAID 15. Karena banyak sekali sumber mengidentifikasi konfigurasi yang berbeda saya tidak akan berusaha mengidentifikasi semua konfigurasi, berikut ini yakni level dari RAID array:
RAID 0 setup perpecahan data merata di antara dua atau lebih hard drive. Tidak memungkinkan untuk informasi paritas dan alasannya yakni itu tidak ada redundansi data, yang berarti bahwa kegagalan disk akan menghipnotis seluruh sistem. Fungsi utama dari desain khusus ini yakni untuk meningkatkan kinerja sistem.
Menggunakan RAID 0 setup, Anda hanya sanggup menyimpan data sebanyak menyerupai yang diperbolehkan oleh kapasitas penyimpanan drive terkecil di sistem Anda. Lebih hard drive yang Anda gunakan dalam konfigurasi ini, semakin rendah keandalan sistem, alasannya yakni kegagalan satu drive menghipnotis mereka semua. Drive lain yang Anda gunakan, semakin banyak kesempatan yang ada bahwa sesuatu akan salah dan menjadikan seluruh sistem gagal.
Penataan RAID 1 membuat mirror image atau salinan dari kelompok file pada disk dua atau lebih. Array ini memungkinkan untuk redundansi, berarti bahwa alasannya yakni data yang sama disimpan di beberapa drive sehingga kalau satu drive gagal, Anda masih sanggup mengambil data dari drive lain. Dengan jenis sistem, tidak menyerupai di atas RAID 0, drive lain Anda mempunyai dalam array Anda lebih sanggup mendapatkan amanah sistem ini. Kehilangan semua data Anda dengan RAID 1, setiap drive di sistem akan harus gagal-yang cukup mustahil terjadi pada titik yang sama dalam waktu.
Namun, menyerupai RAID 0, kapasitas penyimpanan sistem ini lagi dibatasi oleh ukuran drive terkecil dalam array. RAID 1 memungkinkan untuk kinerja yang lebih baik drive lain yang Anda miliki, alasannya yakni data sanggup dibaca dari lebih dari satu diska pada suatu waktu.
RAID 2 memakai teknik yang disebut striping, atau mengalokasikan data antara beberapa hard drive pada tingkat bit, dibandingkan dengan RAID 1 yang membuat gambar cermin seluruh blok data. Hal ini memungkinkan untuk tingkat yang sangat tinggi transfer data. Set up ini kini intinya lama alasannya yakni fakta bahwa semua hard disk kini mempunyai isyarat koreksi kesalahan yang memakai teknologi menyerupai dengan RAID 2 tanpa kompleksitas yang tambahkan
RAID 3 Another obsolete dan jarang dipakai set up. Itu memakai striping mengalokasikan data di tingkat byte, dan menunjuk disk tertentu untuk menyimpan informasi paritas. Salah satu kekurangan utama RAID 3 yakni bahwa itu tidak sanggup menangani beberapa seruan untuk data secara bersamaan, yang memperlambat kinerjanya dibandingkan dengan lain set up, menyerupai RAID 1.
RAID 4 memakai blok tingkat striping bersama dengan paritas khusus yang didedikasikan drive. Setiap drive dalam sistem sanggup bekerja secara berdikari dan dalam kebanyakan masalah sanggup menangani beberapa seruan untuk data secara bersamaan.Set up ini membutuhkan minimal tiga hard drive untuk konfigurasi untuk bekerja. Dengan RAID 4, beban besar ditempatkan pada drive paritas dan sering menjadi kendala untuk keseluruhan sistem. Untuk alasan ini, tingkat kinerja dari jenis array sanggup menjadi agak miskin.
RAID 5 memakai blok tingkat striping dan mendistribusikan data paritas antara setiap drive dalam array. Ini yakni konfigurasi yang sangat terkenal alasannya yakni memungkinkan untuk lebih besar redundansi data sementara masih mengatakan tingkat tinggi kinerja. RAID 5 pelaksanaan memerlukan minimal 3 hard drive di sistem, tetapi, dalam teori, Anda sanggup mempunyai jumlah yang tidak terbatas drive yang terhubung ke sistem.
RAID 5 sanggup bertahan kegagalan sebuah drive di sistem dengan memakai blok paritas dan data dari disk yang masih hidup untuk merekonstruksi data yang hilang, sementara sistem terus berjalan, dan fitur ini dikenal sebagai Interim Data Recovery Mode. Sistem operasi memberitahu direktur bahwa drive harus diganti sambil terus berjalan tanpa gangguan, meskipun kinerja sistem akan lebih lambat alasannya yakni cara operasi berubah.
RAID 6 adalah ekspansi dari RAID 5 yang menambahkan blok paritas komplemen pada setiap drive. Hal ini memungkinkan untuk kinerja terus dalam hal dua kegagalan drive simultan.
JBOD adalah "Just a Bunch Of Disks". Pada dasarnya Anda mempunyai controller RAID dan Anda menggunakannya hanya untuk meningkatkan jumlah drive yang Anda miliki. Ada fungsi RAID JBOD aktual di dalam pengertian istilah tradisional.
Hal yang membuat RAID yang diminati ketika ini yakni pengembangan dari standar SATA II dan pengenalan yang murah SATA RAID controller dibangun sempurna di motherboard. Selain itu Anda sanggup membeli controller SATA II dari perusahaan menyerupai Adaptec yang akan memungkinkan Anda untuk menjalankan konfigurasi SATA RAID yang Anda inginkan pada hampir semua motherboard modern yang Anda inginkan.
Ada beberapa tingkat RAID non-standar menyerupai RAID 1,5,, 7 5E, 5EE, 6E dan lain-lain, tetapi ini yakni versi yang lebih rumit dan kurang umum. Tingkat yang paling terkenal ketika ini yakni RAID 0, 5 dan 6. mempunya array RAID sanggup membantu untuk mengamankan data Anda dan melindunginya dari kerugian dalam hal bahwa Anda mempunyai perangkat keras atau problem perangkat lunak.